-->

Kamis, 17 September 2020

Polresta Balam Gelar Adegan Rekontruksi Percobaan Pembunuhan Syech Ali Jaber, 17 Adegan Diperagakan Pelaku AA




LAMPUNG | Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandar Lampung menggelar rekonstruksi kasus percobaan pembunuhan Syekh Ali jabber di Masjid Falahudin Tamin, Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung, Kamis (17/09/2020). 


Dalam rekonstruksi tersebut setidaknya 17 adegan dilakukan pelaku AA (22) dari dalam rumah lalu berangkat dari rumahnya yang berjarak sekitar 300 meter ke lokasi Masjid Falahudin. 


Dalam adegan yang diperagakan pelaku mulai dari rumah sampai dengan di Masjid Falahudin. Adegan-adegan tersebut terlihat bagaimana AA berangkat dan sudah mempersiapkan pisau untuk kemudian menuju Masjid Falahudin.


Tampak pada saat rekonstruksi juga dihadiri Direktur Krimum Polda Lampung, Direktur Intelkam serta Kabid Humas Polda Lampung, pihak Kejaksaan Negeri Kota Bandar Lampung serta dari LBH Ratu Adil.


Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Yan Budi Jaya, mengatakan rekonstruksi tersebut merupakan sebagian dari hal-hal penting dalam kasus ini.


"Dalam rekonstruksi ini kita akan melihat apa-apa saja yang dilakukan pelaku sebelum pada saat dan setelah perbuatannya dan kemudian akan di sesuaikan dengan berita acara pemeriksaan," kata Yan Budi Jaya, saat di menggelar rekonstruksi.




Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menyatakan, bahwa pelaku AA tidak mengalami gangguan jiwa. Dia menyebut tersangka secara sadar mampu menjawab pertanyaan dari psikiater.


Ia menjelaskan, dalam kasus ini, Polda Lampung juga sudah memeriksa 15 saksi terkait insiden penusukan tersebut. Keterangan 15 saksi ini guna melengkapi berkas agar segera dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Penyidik juga sudah gelar perkara, pada Selasa, 15 September 2020 malam.


"Berdasarkan pemeriksaan, tersangka melakukan penusukan karena gelisah atas dakwah yang disampaikan Syekh Ali Jaber. Tersangka ini mengaku jika suara dakwah yang berlangsung itu membuatnya gelisah dan langsung melakukan tindakan (penusukan)," ujar Pandra sapaan akrab pria ini.


Dari hasil gelar perkara lanjut Pandra, tersangka dijerat Pasal 340 Jo 53 KUHP tentang Percobaan Pembunuhan Berencana dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup selama waktu tertentu atau 20 tahun.


Selanjutnya, Pasal 338 Jo 53 KUHP dengan ancaman kurungan maksimal 10 tahun penjara dan subsider Pasal 351 Ayat 2 KUHP jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana paling lama lima tahun.


Lalu, Pasal 2 Ayat 1 UU Darurat No 12 Tahun 1951 atas dugaan membawa senjata penikam atau senjata penusuk yang dapat dikenai ancaman pidana paling lama 10 tahun.


"Tersangka dijerat pasal berlapis, dan tidak ada celah lepas dari jeratan hukum," jelas Kombes Pol Pandra.


#Redaksi

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Kehilangan Surat Akta Jual Beli

Kehilangan Surat Akta Jual Beli
Telah Hilang Surat Berharga Berbentuk Akta Jual Beli (AJB) No. 436/29/crg/1997 A/n: Ny Janah Binti Jamari Pada Hari Rabu tanggal 16 September 2020

Media Partner

Wikipedia

Hasil penelusuran

SerangTimur.Co.Id

Featured Post

Diusianya yang ke-20, Banten Dirasa Belum Mampu Sejahterakan Masyatakat

SERANG | Tepat pada 4 Oktober 2020 Provinsi Banten mencapai usia 20 tahun yang memisahkan diri dari Jawa barat. Tentu tidak lain dan tidak ...

Berlangganan Artikel

Berita Terkini

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Back to Top
Inspirasi Anak Bangsa