Aksi Demo Berujung Ricuh, DPD KNPI Bulukumba Kecam Tindakan Kekerasan Dilakukan Oknum Polisi

BULUKUMBA | Aksi Demonstrasi yang dilakukan Aktivis mahasiswa yang menagih janji pihak Polres Bulukumba untuk memberikan pengawalan dan pendampingan pembacaan putusan Pengadilan Negeri Bulukumba di Desa Sangkala Kecamatan Kajang yang tidak kunjung dipenuhi Pihak Polres Bulukumba yang berakhir Ricuh, Senin (24/05/2021).


Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bulukumba, Iwan Gallarrang mengutuk keras tindakan kekerasan Oknum polisi yang melakukan penganiayaan terhadap peserta aksi yang dilakukan di kantor Polres Bulukumba.

 

"Demonstrasi adalah pelaksanaan hak asasi manusia atas kemerdekaan berekspresi dan berkumpul secara damai. Pihak berwenang harus memperbolehkan setiap warga masyarakat Indonesia untuk bisa berdemonstrasi secara bebas dan damai," kata Iwan Gallarrang ketua DPD II KNPI Bidang Otonomi Daerah.

Mestinya, kata Iwan, aparat keamanan harus menahan diri untuk menggunakan kekuatan yang tidak perlu, berlebihan, apalagi jika sampai mengintimidasi dan menganiaya demonstran. Bukankah tugas Polisi adalah mengamankan jalannya aksi bukan untuk diamankan.


"Kami kecewa terhadap Aparat Kepolisian, Konsekuensi dari pada tindakan anarkisme ini yaa Copot pimpinannya," sembur Iwan.


Sebagaimana diketahui, Senin, 24 Mei 2021 siang, puluhan mahasiswa yang menggelar aksi menagih janji pihak Polres Bulukumba untuk memberikan pengawalan dan pendampingan pada pembacaan putusan Pengadilan Negeri Bulukumba di Desa Sangkala Kecamatan Kajang.


Sejumlah foto dan video yang beredar memperlihatkan beberapa tindakan kekerasan yang dialami peserta aksi yang dilakukan aparat Polres Bulukumba dalam menghalau peserta aksi.


Kontributor: Sultan Arif

Post a Comment

0 Comments