Sering Kehabisan BBM, Ambulans Milik PSC Bulukumba Sakit dan Terbengkalai

Dok. Ambulans milik PSC Bulukumba yang terbengkalai diduga sakit kerena kehabisan BBM (Foto: Sulthan Arif/stc)

BULUKUMBA | Sejumlah ambulans milik Public Safety Center (PSC) Kabupaten Bulukumba, terbengkelai dan jarang digunakan untuk melayani masyarakat akibat sering kehabisan bahan bakar minyak (BBM).


Dari informasi yang dihimpun serangtimur.co.id dari enam unit ambulans milik PSC yng berada di bawah naungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba tersebut, tiga unit di antaranya kehabisan bensin. Sehingga sejumlah ambulans hanya terparkir di halaman posko PSC tersebut, tepatnya di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujungbulu, Kabupaten Bulukumba.


Bahkan, satu unit ambulans sempat mogok seusai mengantar seorang ibu hamil ke Puskesmas Caile. Minimnya bahan bakar mobil juga membuat petugas membatasi jarak tempuh ambulans. Tak jarang pengemudi ambulans merasa khawatir mobilnya akan kehabisan bensin.


"Beberapa kali mi biasa dipakai itu error, jadi kadang was -was di mana mi ini berhenti karena kehabisan bensin, kadang itu mobil buntu-buntu mi," kata seorang petugas PSC, Selasa 8 Juni 2021.


Kondisi ambulans yang sering kehabisan BBM tersebut dibenarkan oleh Koordinator PSC, Ikhwan. Dia bahkan menyebut, ambulans bukan hanya sering kehabisan bensin saja, tetapi ada juga ambulans yang kuncinya hilang.


"Bukan hanya BBM, tapi tidak ada kuncinya juga. Katanya hilang," ucapnya.


Menurut Ikhwan, kondisi itu terjadi karena pihak manajemen kekurangan anggaran untuk operasional, terlebih untuk perawatan rutin kendaraan.


Dia menambahkan, pihaknya berencana mengusulkan penambahan anggaran saat pembahasan APBD Perubahan Kabupaten Bulukumba.


"Untuk sekarang kita carikan pos-pos anggaran untuk bisa menutupi BBM," imbuhnya.


Dihubungi terpisah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba, Juandy Tandean, berpendapat bahwa manajemen PSC memang tidak sehat, sehingga hal itu bisa terjadi. Dia juga menyoroti honor pegawai PSC yang kerap terlambat.


"Masa tak ada operasional yang disiapkan, kan lucu juga. Mobil itu harus ada BBM karena mobil pelayanan. Ini PSC memang sakit manajemennya, belum lagi honor di sana kadang telat," ucapnya.


Juandi bahkan menduga penyebab kerapnya terjadi masalah di PSC adalah ketidakmampuan koordinator PSC dalam menjembatani fasilitas dan keluhan tenaga medis di sana.


Penggiat anti korupsi ADVOKASI DPC LASKAR ANTI  Bulukumba (LAKI) Arif menyayangkan hal tersebut yang terjadi dimana Public Safety Center (PSC) Bulukumba, menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan dasar masyarakat Bulukumba.


Namun fungsi PSC tak seperti ekspektsi awal saat dibentuknya. Justru pengelolaanya di bawah Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulukumba malah carut marut. Mobil ambulans yang pada dasarnya menjadi kendaraan utama melayani pelayanan kesehatan warga, malah tak berfungsi maksimal. 


Arif juga berharap pihak pemerintah daerah dalam hal ini inspektorat, melakukan pemeriksaan (audit) terhadap dinas kesehatan Bulukumba terkait pengelolaan anggaran Public Safety Center (PSC) Bulukumba yang di anggap carut marut seperti hal yang terjadi saat ini, serta meminta pihak DPRD yang merupakan mitra komisi Dinas kesehatan agar melakukan fungsi pengawasannya secara maksimal.


Arif berharap agar Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba memperhatikan fasilitas dan kesejahteraan para tenaga medis. Terlebih, kendaraan berupa mobil, lanjutnya, merupakan aset yang harus dijaga dan dirawat untuk menunjang pelayanan.


"Ini kan pelayanan kesehatan, mereka bekerja juga untuk penanganan Covid," jelasnya


Koresponden: Sulthan Arif

Post a Comment

0 Comments