HRD PT PSB Sebut Bau Busuk di Kampung Laes Tidak Bisa Dihindari

SERANG | Human Resource Department (HRD) PT Pahala Sukses Bersama (PSB), Imam mengakui bahwa, bau busuk yang selama ini tercium di Kampung Laes Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang berasal dari PT PSB.  


"Ya, bau busuk itu bersumber dari bahan baku ikan di perusahaan PT PSB," kata Imam, HRD PT PSB saat di konfirmasi di kantornya, Sabtu (11/9/2021). 


Imam juga mengatakan bahwa, bau yang di timbulkan perusahaan itu tidak bisa di hindari oleh warga, karena bahan baku yang di gunakan adalah ikan yang di giling menjadi tepung. 


"Bahan baku kita kan ikan, yang digiling jadi tepung, jadi, bau itu akan tetap tercium," ujarnya dengan nada enteng.


Pantauan wartawan saat berada di dalam perusahaan, bau busuk menyengat sudah tercium sejak memasuki pintu gerbang, beberapa karyawan terlihat lalu lalang di dalam pabrik, wartawan pun di larang satpam untuk mengambil gambar di dalam perusahaan. 


"Mas, tidak boleh mengambil gambar tanpa se ijin HRD, kalau mas ngambil gambar tanpa se ijin HRD, nanti kami yang di marahin," kata salah seorang sekuriti di gerbang perusahaan. 


Informasi yang berhasil di himpun di lingkungan perusahaan PT PSB di Kampung Laes menyebutkan, bau busuk yang ditimbulkan perusahaan di duga berasal dari bahan baku ikan yang sudah busuk, sehingga menimbulkan bau menyengat.


"Selama ini, pihak perusahaan hanya merangkul orang-orang Kampung yang di rasa vokal menyuarakan bau busuk itu. Orang yang termasuk vokal itu akan di kasi job pekerjaan di dalam perusahaan, supaya tidak bersuara lagi," kata sumber media ini yang tidak mau namanya di publikasikan. 


Hal senada juga dikatakan salah seorang warga Desa Junti inisial ST (40 Tahun), Dulu masyarakat berdemo ke perusahaan karena bau busuk yang sangat menyengat.


"Hingga saat ini, bau tersebut semakin menjadi, sebagian warga protes, sebagaian lagi tidak mau tau. Bahkan anak saya sering mengeluhkan bau busuk itu, apa lagi pas saat makan, terkadang anak saya sampai muntah," kata ST


ST juga berharap, agar pihak- pihak yang berwenang seperti, Kades, Camat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang, supaya bersinergi dengan masyarakat dan perusahaan untuk bagaimana caranya mengatasi (menghilangkan) bau busuk yang di timbulkan perusahaan itu. 


"Semua lini harus bekerja sama, baik aparat Desa, Kecamatan dan pemerintah Kabupaten Serang, untuk bekerja sama mencari solusi menghilangkan bau itu dan pihak perusahaan harus bertanggung jawab," ujarnya.


Ternyata bukan hanya Kampung Laes yang terimbas bau busuk yang di timbulkan oleh perusahaan penghasil tepung ikan itu, di Desa kareo juga bau busuk itu masih tercium. Subagja,  salah seorang warga Desa Kareo mengakui bahwa bau busuk itu sering tercium di Desa Kareo. 


"Parah itu baunya pak, bikin pusing dan mual-mual, apa lagi pas angin bertiup dari arah PT PSB ke Desa Kareo, baunya minta ampun," kata Subagja. 


Sementara itu, Mulya, wakil ketua Kadinda Kabupaten Serang, ketika di mintai komentarnya mengatakan bahwa, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang harus turun tangan untuk membantu mengatasi persoalan bau di Desa Laes.


"Dinas Lingkungan hidup harus turun tangan, bagaimana caranya supaya pengusaha juga nyaman dan lingkungan juga tidak terganggu akibat aktivitas pabrik, masyarakat bisa tenang," kata Mulya.


(*/Red)

Post a Comment

0 Comments