![]() |
| Dok. Istimewa |
Kegiatan santai dengan makan siang bersama ini dihadiri jajaran Polres Serang dan puluhan awak media dari berbagai media di Kabupaten Serang. Acara mengusung tema "Membangun Sinergitas dan Kemitraan Strategis Polri dengan Insan Pers dalam Mewujudkan Kamtibmas yang Aman, Damai, dan Kondusif".
Dalam sambutannya, Kapolres menyampaikan apresiasi kepada rekan media dan menegaskan pentingnya komunikasi dua arah.
"Yang saya hormati rekan-rekan media secara keseluruhan yang hadir pada siang hari ini. Bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, yang mana pada kesempatan yang berbahagia ini kita bisa berkumpul di Polres Serang," ujar AKBP Andri.
Ia mengatakan, agenda utama silaturahmi ini untuk merajut kembali kemitraan sekaligus memperkenalkan pejabat baru. Kasihumas Polres Serang yang baru dijabat oleh Pak Agus.
"Konsep kegiatan hari ini kegiatan santai makan siang bersama dan saling merajut kembali kegiatan silaturahmi, sambil saya juga memperkenalkan Kasihumas yang baru. Nantilah yang akan menjadi perpanjangan tangan saya ke depan untuk kegiatan apapun yang berhubungan dengan kehumasan di wilayah Kabupaten Serang," jelasnya.
Kapolres juga membuka ruang seluas-luasnya bagi media untuk memberi saran dan masukan. Ia sekaligus mengumumkan nomor ponsel barunya karena nomor lama sudah terblokir.
"Saya butuh saran dan masukan daripada rekan-rekan media semua, bagaimana kegiatan ke depan antara Polres dengan teman-teman media bisa berjalan baik. Hari ini saya juga akan menyampaikan nomor saya yang baru, sehingga saya bisa kembali lanjut komunikasi. Saya nggak mau ada lagi permasalahan yang berkaitan dengan kurangnya komunikasi," tegasnya.
AKBP Andri mencontohkan manfaat komunikasi cepat itu. Laporan dari media soal truk yang parkir menutup pintu sekolah beberapa waktu lalu langsung bisa ditindaklanjuti.
Dalam sesi diskusi, Pimpred serangtimur.co.id Ansori S. menyampaikan keprihatinan terkait maraknya praktik percaloan tenaga kerja dan outsourcing di Kabupaten Serang.
"Serang Timur ini salah satu media yang giat sekali menyampaikan soal isu itu. Persoalan calo itu sederhana. Pertama, mungkin pihak kepolisian butuh melakukan pembinaan kepada para kepala desa, karena biasanya rekrutmen itu ada jatah ke desa, nah itu yang dimanfaatkan. Kedua, saya juga minta Polres untuk mapping yang namanya outsourcing di Kabupaten Serang. Karena hampir semuanya minta duit, variatif dari 3,5 juta sampai 5 juta juta ada juga yang sampai 35 juta, 60 juta," ungkap Ansori
Ia juga menyinggung kasus dugaan penipuan berkedok lowongan kerja dengan kerugian mencapai Rp5 miliar untuk 70 orang korban yang laporannya sudah ada di Polsek.
Menanggapi hal itu, Kapolres Serang langsung merespons dan memerintahkan jajarannya untuk menindaklanjuti.
"Berarti kepala desa tuh ada jatahnya? Siap, bukan biasanya, wajib. Kalau nggak kayak gini saya nggak tahu. Nanti minggu depan kumpulkan kepala desa, undang, kita berikan sosialisasi di sini terkait masalah tersebut. Berikan juga saran masukan yang berkaitan dengan aturan hukum yang ada," perintah AKBP Andri kepada jajaran.
Terkait program Polri Peduli Pengangguran, Kapolres menyatakan siap menjadi jembatan antara masyarakat pencari kerja dengan perusahaan.
"Kalau memang ada upaya-upaya perusahaan-perusahaan yang melakukan percaloan, laporkan. Jangan nanti sudah terjadi baru dilaporkan. Kalau memang ada prosedurnya tidak ada, kita dari kepolisian dan dinas terkait lakukan penindakan sesuai hukum dan prosedur. Kita bisa menjadi penyambung bagi masyarakat yang butuh pekerjaan. Konsep Padat Karya Ketenagakerjaan yang dibuat Bapak Kapolri itu menjadi prioritas kita ke depan," ujarnya.
Kapolres juga menanggapi keluhan terkait kemacetan akibat pedagang kaki lima di Pasar Ciruas yang mulai berjualan lagi di bahu jalan.
"Coba dikombinasikan dengan dinas terkait. Kalau perlu kasih pembatas jalan, biar mereka nggak bisa parkir lagi di situ," tegasnya.
Di akhir acara, AKBP Andri kembali menegaskan komitmen Polres Serang untuk bersinergi tanpa pandang bulu.
"Insya Allah hari ini dan ke depan kita akan buat yang lebih baik. Tidak ada perbedaan apapun antara kita. Tujuan satu adalah untuk membangun rasa kepercayaan kepada masyarakat bahwa kita bisa membantu masyarakat," pungkasnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar