![]() |
| Foto: Istimewa |
Kegiatan ini diselenggarakan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten di Gedung Kwarda Gerakan Pramuka Serang, Kamis (6/8/2026).
Dalam acara ini, Maxim menggandeng Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kota Serang, Ruangguru, dan Unit Satlantas Polresta Serang untuk mendukung kompetisi tersebut.
Edisi Maxim Quiz ini diikuti oleh lebih dari 70 peserta dari berbagai perwakilan SMA/SMK di Kota Serang. Para peserta diuji melalui soal pengetahuan umum dan bahasa Inggris yang menuntut kemampuan berpikir kritis, ketepatan, serta kecepatan.
Setelah melalui beberapa babak yang ketat, kompetisi ini menobatkan:
Juara 1: SMAN 6 Serang
Juara 2: SMAN 1 Serang
Juara 3: SMAN 5 Serang
Perwakilan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten, H. Ahmad Nur Samsul selaku Koordinator SMA, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut.
"Mempercayakan ke kami tadi, memberikan apresiasi pada intinya dengan kegiatan ini. Mudah-mudahan kegiatan ini bukan hanya sekadar satu kali saja. Mudah-mudahan bisa sering dilakukan supaya tadi memberikan semangat kepada anak-anak khususnya sekolah menengah atas," ujarnya.
Ia juga berpesan kepada para peserta agar menjadikan kompetisi ini sebagai motivasi.
"Pesan untuk para peserta, ya, mudah-mudahan dengan adanya Maxim Quiz ini, mereka lebih semangat lagi, ya, tentunya di dalam belajar tadi. Kemudian tadi sudah kami sampaikan hanya bukan mencari untuk juara atau mencari pemenang saja, yang dikhawatirkan tadi merasa kecewa, tapi ini sebagai motivasi supaya lebih semangat untuk kedepannya, dan secara pendidikan mereka lebih cerah kedepannya tadi. Sehingga anak-anak tadi walaupun misalkan belum menang, akan tetapi semangat, semangatnya terus," tambahnya.
Fajar Chairil Alam, S.T., M.Si., selaku Sekretaris Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Serang turut hadir dan membuka acara.
"Adik-adik di kelas ini, semoga sehat. Saya datang hadir di sini dan saya berdoa, Alhamdulillah kita dapat berkumpul pada hari ini Kamis enam Agustus dua ribu dua enam. Mungkin tema HUT Kota Serang ini adalah tentang kemajuan dan kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta, dan kami berterima kasih sebesar-besarnya kepada Maxim yang mensupport, eh, dalam hal ini. Kita buktikan kolaborasi ini betul-betul nyata," katanya.
Ia berharap melalui kegiatan ini lahir bibit-bibit unggul Kota Serang yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga berbudaya.
"Saya harapkan maksud ini lahir bibit-bibit unggul Kota Serang yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga budaya, siap menjadi penerus pembangunan Kota Serang ke depan. Selamat berkompetisi kepada seluruh peserta, junjung tinggi sportivitas," ucapnya.
Selain adu cepat menjawab soal, peserta juga mendapatkan edukasi keselamatan berkendara dari Ipda Rudy Supriady, S.H., selaku Kepala Unit Keamanan dan Keselamatan Satlantas Polresta Serang Kota.
Ipda Rudy menyoroti tingginya angka pelanggaran lalu lintas di kalangan pelajar. Apa sih lalulintas? Sedangkan lalulintas itu di sini, adik-adik pada bawa motor nggak bawa, ada yang bawa, ada yang tidak tapi hampir rata-rata yang saya lihat di jalan, hampir rata-rata SMP aja banyak yang makai, apalagi anak-anak SMA.
"Ya minimal nanti tahu lah, kan kita belum punya SIM ya, yang belum waktunya, belum umurnya 17 tahun, kan belum bisa bikin SIM. Berarti minimal kalau saya itu, karena motor sudah dikasih sama orang tua, ya minimal pakai helm. Soalnya saya lihat di jalanan tuh anak SMA, anak SMP bonceng tiga terus tidak pakai helm, boncengannya nggak pakai helm. Bener nggak ada nggak kayak gitu di Kota Serang ini banyak kan ya," ujarnya.
Ia juga menyoroti kebiasaan menerobos lampu merah. Saya minta tolong adik-adik yang ada di sini bilang ini kan perwakilan semua SMA. Saya minta tolong ke teman-temannya ya jangan sampai, eh, di kita ini, di khususnya Polda Banten angka kecelakaan lagi tinggi, tingginya.
"Makanya kami mensosialisasikan kepada adik-adik agar patuhi, patuhi peraturan-peraturan lalu lintas yang ada di jalan, khususnya lampu merah, jangan diterobos. SMA 6 mana? Iya kan SMA 6 itu dekat lampu merah Kaligandu hampir rata-rata diterobos bener nggak. Ini ngasih tau aja, SMA 5 bukan SMA 6, SMA 6 di Cipocok. Nah ini SMA 5 bener nggak? Saya udah ngasih tahu, bener nggak, karena ini ngelihat nih nanti pulang ke Kaligandu lampu merahnya ditabrak aja ya, kan nggak dihargai," tegasnya.
Ipda Rudy juga mengingatkan bahaya kecelakaan. Laka lantas itu pembunuh terbesar ketiga, ya, dalam dua tahun terakhir. Ini lalu lintas di Indonesia oleh badan kesehatan dunia WHO dinilai pembunuh terbesar ketiga setelah penyakit jantung koroner. Adik-adik ini kan usia produktif, bener nggak? Yang katanya Indonesia menuju generasi emas, ya, jadi adik-adik nih harus sehat.
"Emang sih kecelakaan nggak ada yang tahu, tapi minimal kita bisa menghindarinya, contohnya taati aturan lalu lintas. Tiga faktor penyebab kecelakaan lalu lintas: faktor manusianya, jangan sampai ngerobos pakai helm, ah males lah kerudungnya takut rusak jadi nggak pakai helm. Kedua lingkungan, kondisi jalannya rusak, kita harus tahu kondisinya," jelasnya.
Head of Subdivision Maxim Serang, Samsul Syarif, mengungkapkan kegiatan ini diharapkan menjadi sarana bagi pelajar untuk mengembangkan wawasan dan kepercayaan diri.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap para peserta dapat memperoleh pengalaman yang bermanfaat sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dalam berkompetisi. Semoga kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi para pelajar untuk terus belajar, mengembangkan potensi diri, dan meraih prestasi yang lebih baik," katanya.
Sebelumnya, Maxim Quiz telah sukses dilaksanakan di Jakarta, Palembang, Denpasar, dan Makassar. Ke depannya, kompetisi ini akan terus digelar di kota-kota lain, termasuk Cilegon, sebagai upaya Maxim berkontribusi dalam mengembangkan potensi dan keterampilan generasi muda. (*Sutrisno)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar