Gawat Nih!! Gugus Tugas Kecamatan Kragilan Sebut PT. Lung Cheong Belum Sampaikan Data Sejumlah Karyawan yang Diduga Reaktif Covid-19

Foto: Ilustrasi (stc)

SERANG | Informasi adanya sejumlah karyawan di PT. Lung Cheong Brothers Industrial yang terletak di Desa Sentul, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang-Banten yang diduga reaktif pasca menjalani rapit tes antigen sejak Senin tanggal 5 hingga Rabu (7/7/2021) kemarin hingga saat ini pihak manajeman belum menyampaikan data kepada Satgas Gugus Tugas Kecamatan Kragilan.


Hal tersebut dikatakan oleh Satgas Gusus Tugas Kecamatan Kragilan sekaligus selaku Kapus Kecamatan Kragilan Dr Elizabet, bahwa hingga saat ini pihak menejeman PT. Lung Cheong belum memberikan data (jumlah-red) keryawan yang diduga rekatif covid-19 melalui hasil rapit antigen.


"Belum ada, bahkan hingga saat ini tidak ada sama sekali dari PT. Lung Cheong melaporkan terkait hasil rapit atigen yang reaktif. Bu Camat juga sudah menanyakan ini," kata Dr Elizabet kepada serangtimur.co.id, Senin (12/7/2021).


Elizabet menyebut, bahwa PT. Lung Cheong harus ada evaluasi terhadap kepatuhan untuk pencegahan dan pengendalian covid-19 ini.


Berita Sebelumnya:

https://www.serangtimur.co.id/2021/07/diduga-101-karyawan-reaktif-satgas.html


"Karena ini ada kasus, jadi tidak boleh di sembunyikan, karena itu yang berpotensi penyebaran," ujarnya.


Ia meminta, jika kasus yang terkonfirmasi harus cepat terlaporkan ke gugus Desanya, supaya bisa dilakukan pemantuan dan pengawasan, dan tim tracing juga bisa memantau, jangan sampai terjadi perburukan. Dan seharusnya ini ada komunikasi dan informasi ke gugus Kecamatan.


Sementara itu Camat Kragilan Dra Epon Anih Ratnasih, soal kegiatan swab atigen yang dilakukan manajeman PT. Lung Choeng Brothers Industrial, kembali menegaska jika hingga hari ini pihak manajeman belum memberikan data dari hasil adanya temuan puluhan karyawan yang rekatif.


"Hingga sekarang belum ada, bahkan sejak kemarin kami kordinasi dengan bu Kapus juga belum ada hasil yang di laporkan ke tim gugus tugas Covid-19 Kecamatan Kragilan," jelasnya.


Berita terkait: 

https://www.serangtimur.co.id/2021/07/soal-swab-antigen-yang-dilakukan-pt.html


Sebelumnya, Kadinkes Kabupaten Serang Drg Agus Sukmayadi, mengatakan jika hasil swab PCR nantinya benar 101 orang karyawan yang positif, itu pasti ada pengaturan prokes secara ketat, kerena tidak bisa serta merta di tutup secara total.


"Yang pasti akan dilakukan pengaturan prokes yang lebih ketat jika jumlahnya benar. Karena jumlah karyawan disana sekitar 3400 orang. Dan yang kemarin itu mereka (PT. Lung Cheong-red) belum menyatakan 101 positif PCR, mereka hanya menyatakan 21 sekian yang reaktif, dari 1000 lebih yang sudah di lakukan rapit antigen," katanya, Kamis (8/7/2021)


"Kita juga sudah tekankan kepada perusahaan untuk yang 21 itu untuk isolasi sementara sambil tunggu hasil PCR, karena menentukan diagnosa positif covid itu harus dengan Swab PCR. Namun tetap untuk yang reaktif rapit antigen harus di isolasi sementara," imbuhnya.


Saat ditanya soal data, sejak kapan PT. Lung Cheong melakukan rapit antigan kepada seluruh karyawan, Agus mengatakan hal itu masih simpang siur, sejak tanggal berapa mereka melakukannya, karena memang tidak ada infomasi (pemberitahuan-red) sebelumnya. 


"Harusnya satgas khusus dari Kecamatan yang memantau, khawatir dalam kondisi PPKM Darurat seperti ini, dan Satgas bisa melakukan tindakan-tindakan tertentu, dalam arti kalo memang diperlukan dan pihak perusahaan juga harus suka rela untuk mengatur prokes, agar Satgas bisa menentukan apakah PT. Lungcheong ini masuk kategori yang esensial atau non esensial dan kita sudah tegaskan ke manajeman PT. Lung Cheong," tandasnya.


"Yang pasti apapun hasil yang dilakukan pihak manajeman harus berkoordinasi dengan Satgas Kecamatan, seperti yang disampaikan Pak Asda I kemarin, bila perlu di stop dulu seluruh kegiatan untuk dilakukan sterilisasi," imbuh Agus menegaskan.


"Kan harusnya mereka terbuka saja soal penanganan covid-19 kepada satgas agar bisa di awasi, namun mohon maaf inikan seakan-akan ada yang ditutup-tutupi. Harusnya ini betul-betul terbuka, karena ini bisa membahayakan kesehatan warga khususnya karyawan dan Satgas bersama penegak hukum bisa saja melalukan tindakan karena diberi kewenangan," pungkasnya.


Dari informasi yang disampaikan oleh salah satu pihak Klinik Medika yang melaksanakan swab antigen di PT. Lung Cheoang Irsan, bahwa dari hasil rapit antigen terdapat sekitar 30 orang yang diduga reaktif, namun demikian hingga saat ini PT. Lung Choeng belum juga memberikan data kepada satgas tugas Kecamatan Kragilan.


Diktehui dalam hal ini, terkait dugaan kasus puluhan karyawan PT. Lung Cheong yang reaktif pasca rapit antigen harus adanya upaya 3T oleh Satgas Gugus Tugas, untuk tindakan melakukan tes COVID-19 (testing), penelusuran kontak erat (tracing), dan tindak lanjut berupa perawatan pada pasien COVID-19 (treatment) adalah salah satu upaya utama penanganan COVID-19. Maka semestinya menajeman PT. Lung Cheong mendukung upaya 3T ini dengan bersedia melakukannya dan stop stigma pada pasien COVID-19.


(*/Ansori)

 


Post a Comment

0 Comments